Cerdasnya orang yang
beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap
untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha
Hidup. Hidup bukan untuk mati,tapi mati itulah untuk hidup. Kita jangan takut
mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena,
mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir
hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan
penuh ketakwaan.
1. Tahajjud, karena kemuliaan
seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar